Sunday, May 22, 2011

ke$ha


Kesha Rose Sebert atau dikenal dengan Kesha (lahir di Los Angeles, Amerika Serikat, 1 Maret 1987; umur 24 tahun merupakan seorang penyanyi berkebangsaan Amerika Serikat. Dia menjadi terkenal saat menyanyikan lagu utamanya yang berjudul Tik Tok pada tahun 2009. Dia dilahirkan di Los Angeles. Dia berkarier di dunia musik sejak tahun 2005.


1987-2004:

Kesha Rose Sebert atau yang lebih dikenal dengan Ke$ha lahir pada 1 Maret 1987 di Los Angeles, California. Ibunya yang bernama Pebe Sebert adalah orang tua tunggal yang berprofesi sebagai penyanyi serta penulis lagu aliran country. Ketika masih kecil, ibu Ke$ha memiliki masalah finansial yang sangat serius, dan dia memutuskan untuk bekerja sambil mengasuh kakak laki-laki Ke$ha bernama Lagan dan Ke$ha yang pada saat itu masih bayi. Untuk makan sehari-hari saja mereka mengharapkan kupon gratis yang dibagikan oleh pemerintah setempat. Pada tahun 1991 keluarga Sebert memutuskan untuk pindah ke Nashville, Tennessee. Ibu Ke$ha memotivasi anak-anaknya untuk terjun ke dunia musik. Setiap pulang sekolah, Ke$ha diajarkan untuk menulis lagu oleh ibunya.

Pada masa SMA, Ke$ha bersekolah di Brentwood High School. Teman-teman dan Ke$ha sendiri mengakui bahwa Ke$ha sangat rajin dan pandai dalam hal prestasi sekolah, ia bahkan memperoleh nilai hampir sempurna untuk ujian SAT. Penyanyi dengan tinggi 170cm ini memutuskan untuk keluar dari sekolahnya pada waktu berusia 17 tahun. Tujuan utama Ke$ha keluar dari sekolahnya adalah untuk mendalami serta fokus dalam karier bermusik. Sangat yakin anaknya mempunyai talenta bermusik, Pebe Sebert memberikan demo “CD Kesha” (yang pada saat itu belum menggunakan simbol ‘$’) ke Samantha Cox, direktur senior penulis / hubungan penerbit di Broadcast Musik Incorporated, dan en:Samatha sangat terkesan lalu menyerahkan CD tersebut ke Max Martin serta Dr.Luke. Mereka berdua adalah produser Ke$ha sampai sekarang. Lalu mereka menyarankan Kesha untuk pindah lagi ke Los Angeles karena karier musiknya akan lebih cepat berkembang disana.

Berbagai cara ditempuh oleh Ke$ha untuk menjadi penyanyi profesional, Ke$ha pernah nekat memasuki kediaman penyanyi legendaris yang bernama Prince karena ia menginginkan Prince mendengar karya yang telah dibuat. Alhasil Ke$ha diperintahkan untuk pergi namun ia tidak lupa meninggalkan demo yang ditujukan untuk Prince namun sampai sekarang belum ada tanggapan dari pihak Prince. Setelah tinggal di Los Angeles, Ke$ha mengalami kesulitan finansial yang parah bahkan ia pernah mencuri makanan ringan di mini market serta makan makanan sisa yang ditemukannya di jalanan. Tidak punya rumah, Ke$ha memutuskan untuk tinggal di mobil.





2005 - 2009:

Pada tahun 2005, di usia 18 tahun Kesha menandatangani perjanjian kerja dari label Dr.Luke beserta perusahaan penerbitan musiknya. Untuk membiayai kebutuhan sehari-harinya Ke$ha menjadi co-writer beberapa penyanyi seperti ‘This Love’ milik The Veronicas, ’Time Of Our Live’ milik Miley Cyrus. Selain itu Ke$ha juga menjadi penyanyi latar Paris Hilton dalam lagunya yang berjudul ‘Nothing in this World’ serta Britney Spears di lagu yang berjudul ‘Lace and Leather’. Suatu ketika Flo Rida sedang mencari suara penyanyi perempuan yang unik untuk menyanyikan bagian reff dari lagunya, tanpa sengaja Ke$ha melewati studio rekaman milik produsernya dimana Flo Rida sedang kebingungan. Flo Rida mengajak Ke$ha dan sangat kagum dengan suara Ke$ha. Lagu `Right Round’ menuai sukses dan menjadi #1 di 7 negara selama beberapa minggu. Namun di lagu itu nama Ke$ha tidak dicantumkan dan dia tidak meminta royalti atas kesuksesan yang diraih serta menolak untuk tampil di video clip lagu itu.




2009-2010:

Wake up in the morning feeling like P.Diddy, Before I leave brush my teeth with a bottle of Jack ‘cause when I leave for the night I ain’t coming back. Kutipan lirik tersebut diambil dari lagu yang menjadi Billboard #1 Song of the Year 2010 yaitu Tik Tok.

Tak lama setelah itu 14 lagu dari 200 lagu yang telah Ke$ha tulis diproduksi dan disiapkan untuk sebuah debut album yang berjudul Animal dan dirilis pada 1 Januari 2010. Single pertama “Tik Tok” yang dirilis pada 7 Januari 2009 sangatlah sukses dan menjadi top ten di sebelas negara serta meraih sertifikat platinum atas penjualannya sebesar lebih dari 8 juta digital copy serta bertahan di nomor #1 selama 9 minggu di Billboard Chart. Kemudian single Ke$ha lainnya seperti "Blah Blah Blah", "Your Love Is My Drug" dan "Take It Off", sangat sukses dan selalu mencuri perhatian peminat musik di berbagai negara. “Animal.” meraih posisi 1 pada Kanada,Greek dan US Billboard 200 Album ChartKe$ha menjadi Opening Act konser Rihanna pada tur “Last Girl on Earth Tour” selama di Amerika.



2010-sekarang:

Pada 22 November 2010 Ke$ha merilis mini album yang dianggap sebagai album kedua yang berjudul “Cannibal”. Single pertama dari album “Cannibal” adalah “We R Who We R”. Lagu ini menghantarkan Ke$ha ke urutan 5 sebagai Billboard’s Artist Of The Year. Penyanyi yang tumbuh tanpa mengenal dan tahu siapa ayah biologisnya ini sedang menggelar konser tunggal perdananya yaitu Get Sleazy Tour.

Mendekati akhir tahun lalu, saat Ke$ha memulai semuanya dengan Tik Tok yang berakhir ke dominasi Billboard Hot 100 Singles. Media pun mulai menulis tentangnya sebagai artist to watch di tahun ini. Kenyataannya memang demikian. Ke$ha memulainya dengan sangat indah. Dan kini, album pertamanya digabung dengan album berikutnya, “Animal + Cannibal” adalah item adiktif ganda. Dengan gaya urakan, Ke$ha mengisi tempat penyanyi perempuan yang nakal, mau menunjukkan kalau perempuan juga bisa lebih urakan daripada laki-laki dan semangat party-hard nya membara. Belum lagi pernyataan bahwa dirinya “anti-dress up, so garbage chic is now in again”. Orisinil dan “refreshing”. Pada album Animal + Cannibal (Deluxe Edition dari Cannibal), berisi 9 lagu dari album Cannibal dan album Animal. Konsep, tema lagu-lagu serta penampilan Ke$ha masih sama dengan konsep yang disajikan di “Animal” yaitu dance-pop/electropop musik. Artis yang dikategorikan jenius karena memiliki IQ 150 dikenal dengan gaya “garbage-chic”.
Read more »

Wednesday, May 4, 2011

Meet up-and-coming rapper Justin Bieber?!

Justin Bieber ternyata dapat melakukan semuanya: Sing, menari, bermain drum .... dan rap? Benar, Bieber baru-baru ini memberikan kontribusi beberapa raps pada sebuah lagu Sean Kingston baru yang disebut "Won't Stop"


Setelah selingan menyanyi, Bieber reportedly spits the rhyme, “Yeah they talk, yeah they talk/ They don’t walk the walk I walk/ I won’t stop ’til I drop, until then I reach the top/ I’mma walk to where I need to be, walk the path of destiny/ Definitely been neglected but God is always testing me/ Rest in peace to all the men that died who were protecting me/ People in this world just want to let it be/ John Lennon made it different/ Don’t just let it be, set it free.”




Bieber sebelumnya berkolaborasi dengan Kingston tahun lalu pada lagu "Eenie Meenie," tapi ini adalah pertama kalinya kami dengar rap Bieber sejak ia merilis tahun lalu video menampilkan kemampuan spittin nya dengan nama Shawty Mane. ”You know Justin Bieber is not a rapper, and it would just be lame if I came out rapping,” jelas Bieber MTV News pada saat itu. “It’s lame anyway because I’m a pop singer, but I thought it was funny. I just did it as a joke,” Kata Bieber. “It wasn’t like anything serious.” Rupanya, dia berubah pikiran.
Read more »

Owl City's Young Adam Nulis Surat Cinta Untuk Taylor Swift

Young Adam telah menulis pesan Hari Valentine untuk Taylor Swift setelah menentukan bahwa lagu nya yang berjudul "Enchanted" kemungkinan tentang dia.




Young mengatakan, “I always love decoding the sneaky secret messages hidden in Taylor’s written lyrics, so naturally the day Speak Now came out, I played the whole thing from top to bottom as I added up the capital letters per each song’s set of lyrics.” dan dia juga menulis, “The track is absolutely gorgeous and I’m so tremendously honored that Taylor would write such an elegant song and thereby offer a gracious nod in my direction. Needless to say, I was lost for words and utterly smitten. I couldn’t stop smiling. I figured such an eloquent gesture should be reciprocated by the most polite, heartfelt and respectful response I could possibly muster. It’s no secret that I’m a bit shy, so naturally music was the most articulate way of attempting such a sincere endeavor. How does one respond to such a personal outpouring of emotion and sentiment? I tossed and turned over that one.”


Isi suratnya seperti ini:

Dearest Taylor,

.

I’ll be the first to admit I’m a rather shy boy and since music is the most eloquent form of communication I can muster, I decided to record something for you — as sort of a “reply” to the breathtaking song on your current record. This is what I wanted so badly to tell you in person but could never quite put into words:

.

Everything about you is beautiful. You’re an immensely charming girl with a wonderful heart and more grace and elegance than I know how to describe. You are a true princess from a dreamy fairy tale; a modern Cinderella. I’m terribly sorry it’s taken me such a long time to reply but I figured Valentine’s Day was the perfect time to write this note to you and simply say… I was enchanted to meet you too.

.

Love,
Adam
Read more »

Nude photo of Chris Brown leaks


Sebuah foto telanjang Chris Brown (digambarkan di atas) bocor ke Internet Jumat ini terakhir. Foto menggambarkan penyanyi berdiri penuh frontal di depan cermin, sepertinya di kamar mandi, sementara ia memegang iPhone ke atas untuk memfoto

awal mulanya foto ini berasal dari WorldStarHipHop.com, yang mengklaim telah menerimanya dari mantan pacar penyanyi. Astaga. Brown, yang tidak asing dengan kontroversi dan skandal, menanggapi foto dengan ngetweet "WTF! Here We Go !!!," yang cepat dihapus, menurut MTV News.

Hri Sabtu, Chris Brown ngetweet, “Another day!! Another lesson! Another party!! I’m so thankful to have the support of my fans with my music! Love.” dia menambahkan, “Stop living for everyone else and live your life.”

Ini adalah foto tuduhan untuk kedua kalinya yang melibatkan Chris Brown baru-baru ini. Bulan lalu, juga tersebar beberapa foto dari Rihanna yang tampak memar dan terluka setelah tahun 2009 perkelahian itu dengan Brown, Brown merespon dengan mengetweet, “It’s ironic how ’somebody’ put this out right around my album time! Wow! I guess that’s supposed to be strategic chess move. Unbelievable. The Devil is always busy!! But when u have a destiny, nothing or no one can stop what God has planned!”
Read more »

Monday, May 2, 2011

Pangeran Harry 'BEST MAN' degan 10 karisma

Pangeran William memilih adiknya, Pangeran Harry sebagai best man pada pernikahannya dengan Kate Middleton, 29 April 2011. Kakak beradik ini memang dikenal akrab dan memiliki kedekatan emosional sejak kecil, terutama sepeninggal ibunya, Lady Diana. Apapun alasan yang melatari William memilih Harry, putra bungsu Pangeran Charles- Putri Diana ini memang memiliki kharisma yang tak kalah dengan sang kakak.




Pangeran Harry, sosok bernyali, menjalani peran sebagai letnan di medan perang Afganistan.

10. Pria berseragam yang seksi
Pria berseragam identik dengan kesan seksi. Inilah juga yang didapati dari diri Pangeran Harry. Seksi, bukan sekadar tampilan fisik, namun lebih kepada sosok maskulin. Pangeran Harry terjun langsung di medan perang, berada di garis depan dengan pangkat letnan saat di Afganistan. Galak di medan perang, tak membuat pria kaku di kehidupan pribadi. Inilah yang membuat pria berseragam semakin terlihat seksi. Seperti Pangeran Harry yang akan mendampingi kakaknya, sebagai best man, saat menikahi Kate nanti.

9. Berempati tinggi
Pangeran Harry mewarisi kelembutan hati ibunya, Lady Diana. "Harry memiliki empati tinggi seperti ibunya. Ia mudah berbaur dengan anak-anak dan anak muda," kata pihak kerajaan.

Kelembutan hati Harry terekam dalam gambar saat ia bercengkrama dengan anak perempuan di Afrika Selatan. Pangeran Harry meluncurkan program penggalangan dana, mengenang mendiang Lady Diana, untuk membantu anak-anak yatim piatu yang kehilangan orangtua karena AIDS.

8. Menjadi dirinya sendiri
Pangeran Harry tetap menjadi dirinya sendiri. Sama seperti pria muda lain yang suka bersenang-senang dan kadang-kadang bertingkah seperti anak kecil. Ia juga senang pergi ke klub bersama kakaknya, Pangeran William.

7. Punya nyali
Pangeran Harry mejalani tugas kenegaraan di Afganistan selama 10 minggu pada akhir 2007 lalu. Nyali Pangeran Harry teruji dan terbukti di medan perang ini. "Ia adalah letnan yang berani berada di deretan terdepan menghadapi Taliban. Ia memberikan kontribusi pada negara," jelas jenderal Sir Richard Dannatt.

6. Peduli lingkungan
Sebagai tokoh penting dalam kerajaan, juga di mata dunia, Pangeran Harry menyadari perilakunya menjadi contoh bagi banyak orang. Pangeran Harry menunjukkan kepeduliannya dengan menanam pohon magnolia di British Garden, New York City's Hanover Square, saat kunjungan resmi perdananya ke Amerika Serikat, Juni 2009.

5. Saudara laki-laki terbaik
"Luar biasa rasanya dengan kedekatan kami hingga seperti sekarang ini. Sejak ibu meninggal, ia adalah satu-satunya orang di bumi yang paling bisa saya ajak bicara," Harry mengungkapkan perasaannya terhadap kedekatannya dengan William. Harry dan William, sering terlihat menjalani aktivitas bersama, seperti saat menghadiri konser penggalangan dana di London's Wembley Stadium. Mereka menjadi pembawa acara dalam acara mengenang 10 tahun sepeninggal Lady Diana, pada 2007 lalu.

4. Sosok anak yang pemurah
Meski hubungan pernikahan orangtuanya tak berjalan mulus, Harry tetap mendukung kebahagiaan ayahnya. Saat Pangeran Charles menikahi Camilla Parker Bowles pada 2005, Harry mendukung penuh ayahnya. "Ia adalah perempuan hebat, dan ia membuat ayah saya sangat bahagia, itu yang paling penting," tuturnya kepada People.

3. Apik merawat tubuhnya
Sebagai anggota tentara kerajaan, Pangeran Harry merasa perlu menjaga fisiknya. Pria penggemar rugby ini tertangkap kamera telanjang dada dengan perut berotot yang seksi di gurun selatan Afganistan pada Februari 2008. Perempuan mana yang tak terkesima menyaksikan pemandangan seperti ini?

2. Senang bertualang
Harry, bersama William menikmati kesempatan mengikuti tur kerajaan ke Afrika. Dengan santainya, Harry bercengkrama bersama cheetah di Mokolodi Nature Reserve, Gaborone, Botswana, Juni 2010. Harry adalah tipikal pria yang senang bertualang, mencari pengalaman berbeda di berbagai belahan dunia. Jika ia punya kesempatan melakukan banyak hal, mengapa tak dimanfaatkan, katanya.

1. Penggemar olahraga dan kompetisi
Simak saja pilihan olahraga Pangeran Harry, rugby, ski, polo. Harry menyukai olahraga dengan tantangan dan kompetisi. Pada Juli 2010, Pangeran Harry terdaftar sebagai salah satu peserta Asprey World Class Cup Polom di Surrey, Inggris.

Kompas.com
Read more »

Tuesday, April 19, 2011

Pesan Bung Karno : Biar Waktu yang Akan Membuktikannya

Hari-hari Terakhir Bung Karno (1)


Bung Karno, di akhir hayatnya sangat nista. Ia dinista oleh penguasa ketika itu. Ia sakit, dan tidak mendapat perawatan yang semestinya bagi seorang Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus tokoh pemersatu bangsa. Bahkan untuk sekadar bisa menghirup udara Jakarta (dari pengasingannya di Bogor), ia harus menulis surat dengan sangat memelas kepada Soeharto.

Mengenang hari-hari terakhir Bung Karno, saya sengaja menukil kisah sedih yang dipaparkan Reni Nuryanti dalam bukunya Tragedi Sukarno, Dari Kudeta Sampai Kematiannya. Harapannya, kita semua bisa berkaca dari sejarah. Detail kisah mengharu biru, dari praktik-praktik biadab aparat militer ketika itu kepada Bung Karno selama hidup dalam “kerangkeng” Orde Baru di Wisma Yaso, cepat atau lambat akan terbabar.

Hari-hari terakhir Bung Karno ini, saya penggal mulai dari peristiwa tanggal 16 Juni 1970 ketika Bung Karno dibawa ke RSPAD (Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto). Ia dibawa pukul 20.15, harinya Selasa. Ada banyak versi mengenai peristiwa ini. Di antaranya ada yang menyebutkan, Sukarno dibawa paksa dengan tandu ke rumah sakit.



Hal itu ditegaskan oleh Dewi Sukarno yang mengkonfirmasi alasan militer, bahwa Bung Karno dibawa ke RS karena koma. Dewi mendapat keterangan yang bertolak belakang. Waktu itu, tentara datang membawa tandu dan memaksa Bung Karno masuk tandu. Tentara tidak menghiraukan penolakan Bung Karno, dan tetap memaksanya masuk tandu dengan sangat kasar. Sama kasarnya ketika tentara mendorong masuk tubuh Bung Karno yang sakit-sakitan ke dalam mobil berpengawal, usai menghadiri pernikahan Guntur. Bahkan ketika tangannya hendak melambai ke khalayak, tentara menariknya dengan kasar.

Adalah Rachmawati, salah satu putri Bung Karno yang paling intens mendampingi bapaknya di saat-saat akhir. Demi mendengar bapaknya dibawa ke RSPAD, ia pun bergegas ke rumah sakit. Betapa murka hati Rachma melihat tentara berjaga-jaga sangat ketat. Hati Rachma mengumpat, dalam kondisi ayahandanya yang begitu parah, toh masih dijaga ketat seperti pelarian. “Apakah bapak begitu berbahaya, sehingga harus terus-menerus dijaga?” demikian hatinya berontak.

Dalam suasana tegang, tampak Bung Karno tergolek lemah di sebuah ruang ujung becat kelabu. Tak ada keterangan ruang ICU atau darurat sebagaimana mestinya perlakuan terhadap pasien yang koma. Tampak jarum infus menempel di tangannya, serta kedok asam untuk membantu pernapasannya.

Untuk menggambarkan kondisi Sukarno ketika itu, simak kutipan saksi mata Imam Brotoseno, “Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa –dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada lagi wajah gantengnya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar kemana-mana. Bukan hanya bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. Mulutnya yang dahulu mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau, kini hanya terkatup rapat dan kering. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar menahan sakit. Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara, kini tergolek lemas. (roso daras)

Hari-hari Terakhir Bung Karno (2)


Hari kedua, 17 Juni 1970, Sukarno tampak lebih baik dari hari sebelumnya. Tapi, ia tidak mau makan. Bahkan, obat-obatan yang diberikan dokter pun enggan meminumnya. Setiap kali dokter hendak memberi suntikan pun, Bung Karno selalu menolak. Rachmawati menerka, Bung Karno mengetahui bahwa semua pengobatan selama ini hanya untuk memperlemah dirinya. Dalam kacamata politik, pengobatan dengan misi pembunuhan.

Karenanya, kondisi Sukarno makin lemah dari hari ke hari. Hingga saat itu Rachma berani bertanya kepada tim dokter yang merawat, dalam hal ini ia bertanya kepada Ketua Tim Dokter yang merawat Bung Karno, yakni Prof Mahar Mardjono, “Mengapa sakit komplikasi yang diderita bapak dibiarkan begitu saja. Mengapa tidak dilakukan cuci darah?” Mahar hanya menjawab sambil lalu, sehingga Rachma berkesimpulan, dokter-dokter itu tidak benar-benar merawat Sang Proklamator Bangsa. Bahkan, para dokter tampak tak punya rasa iba sedikit pun.

Lebih sakit hati Rachma ketika dr Mahar mengatakan, “Alat itu sedang dipesan dari Inggris, dan belum tentu ada. Kalaupun ada, kapan datangnya, tidak tahu.” Keterangan Mahar ini, di kemudian hari dibenarkan anggota dokter lain, “Sebenarnya sudah lama, tim dokter telah mengusulkan agar alat itu dibeli. Tapi alat itu tak kunjung datang meski pembeliannya kabarnya telah dijajaki di Singapura dan Inggris.” Dan akhirnya, anggota tim dokter itu menambahkan, “jangan-jangan memang sengaja tidak dibeli….”

Dalam keterangan lain, situasi saat itu memang membuat tim dokter yang dipimpin Mahar Mardjono tak berdaya. Ada kekuatan besar yang bisa mengancam nyawa mereka seandainya mereka bekerja di luar kendali penguasa. Karenanya dalam suatu kesaksian terungkap, saat kondisi Bung Karno kritis, Prof dr Mahar Mardjono sempat menuliskan resep khusus, namun obat yang diresepkannya itu disimpan saja di laci oleh dokter yang berpangkat tinggi. Mahar mengemukakan hal itu kepada rekannya, dr Kartono Mohammad.



Kesaksian datang dari saksi lain yang juga mantan pejabat di era Sukarno. Menurutnya, adalah fakta bahwa Sukarno ditelantarkan oleh Soeharto pada waktu sakit. Saksi yang juga seorang purnawirawan tinggi militer itu juga mengungkapkan, perlakuan yang seragam terhadap Sukarno berasal dari sebuah instruksi, “Yang memberi instruksi adalah Soeharto,” katanya. (roso daras)

Hari-hari Terakhir Bung Karno (3)


Semua detik yang berdetak, semua menit yang lewat, semua jam yang bergulir, semua angin yang berembus… adalah duka sepanjang hari. Satu hari bernama tanggal 18, mungkin hanya bermakna 24 jam. Satu hari berikutnya yang bernama tanggal 19 Juni 1970, adalah bilangan 1440 menit, 86.400 detik. Tapi semua itu adalah tusukan duri bagi Sukarno yang tengah tergolek lemah.

Sedangkan tanggal 20 Juni, tercatat sebagai simbol dwitunggal yang terpatri abadi. Sejarahlah yang berkuasa pada hari itu. Bung Hatta, datang menjenguk sahabat seperjuangan. Sementara, Bung Karno, seperti diberi kekuatan untuk menyaksikan kedatangan Sang Hatta. Maka, terjadilah pertemuan yang mengharu-biru, seperti dikisahkan Meutia Hatta dalam bukunya: Bung Hatta: Pribadinya dalam Kenangan.

Berkata lirih Sukarno kepada Hatta, “Hatta… kau di sini….?
Seperti diiris-iris hati Hatta melihat sahabatnya tergolek tanpa daya. Demi memompa semangat kepada sahabat, wajah teduh Bung Hatta menampakkan raut yang direkayasa, “Ya… bagaimana keadaanmu, No?” begitu Hatta membalas sapaan lemah Karno, dengan panggilan akrab yang ia ucapkan di awal-awal perjuangan. Hatta memegang lembut tangan Bung Karno. Bung Karno melanjutkan sapaan lemahnya, “Hoe at het met jou…” (Bagaimana keadaanmu?)

Hatta benar-benar tak kuasa lagi merekayasa raut teduh. Hatta benar-benar tak kuasa menahan derasnya arus kesedihan demi mendengar sahabatnya menyapanya dalam bahasa Belanda, yang mengingatkannya pada masa-masa penuh nostalgi. Apalagi, usai berkata-kata lemah, Sukarno menangis terisak-isak. Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya. Seketika, Hatta pun tak kuasa membendung air mata. Kedua sahabat yang lama berpisah, saling berpegang tangan seolah takut terpisah. Keduanya bertangis-tangisan.

“No...”

Hanya kata itu yang sanggup Hatta ucapkan, sebelum akhirnya meledak tangis yang sungguh memilukan. Bibirnya bergetar menahan kesedihan, sekaligus kekecewaan. Bahunya terguncang-guncang karena ledakan emosi yang menyesakkan dada, yang mengalirkan air mata. Keduanya tetap berpegangan tangan. Bahkan, sejurus kemudian Bung Karno minta dipasangkan kacamata, agar dapat melihat sahabatnya lebih jelas.

Selanjutnya, Bung Karno hanya diam. Mata keduanya bertatapan… mereka berbicara melalui bahasa mata. Sungguh, ada sejuta makna yang tertumpah pada sore hari yang bersejarah itu. Selanjutnya, Bung Karno hanya diam. Diam, seolah pasrah menunggu datangnya malaikat penjemput, guna mengantarnya ke swarga loka, terbang bersama cita-cita yang kandas di tangan bangsanya sendiri. (roso daras)

Hari-hari Terakhir Bung Karno (4)
Siapa yang tak murka, demi mengetahui bahwa selama kurang lebih 1,5 tahun “dikerangkeng” di Wisma Yaso, Bung Karno, mantan Presiden Republik Indonesia, tokoh pemersatu dan proklamator bangsa, ternyata hanya diserahkan perawatannya secara penuh kepada dr Soeroyo. Siapakah dokter Soeroyo? Dia bukanlah dokter spesialis, melainkan dokter hewan!

Ia masuk-keluar Wisma Yaso dengan perawat-perawat yang tidak jelas didatangkan dari mana. Bahkan obat-obatan yang dicekokkan ke Bung Karno pun sama sekali tidak tepat. Ia hanya memberinya duvadilin (mencegah kontraksi ginjal), metadone (penghilang rasa sakit), royal jeli, suntikan vitamin B1 dan B12, serta testoteron. Selain itu, Sukarno tiap malam juga minum valium.

Tiap malam minum valium selama tahunan, tentu saja membuat tidurnya tak lagi terkontrol. Akibatnya Sukarno mulai sering merasakan pusing. Setiap itu pula, perawat memberinya obat pengurang rasa sakit, novalgin.

Perawatan yang sembrono juga sering terjadi, ketika Bung Karno terbangun tengah malam dan muntah darah, dokter Soeroyo hanya memberinya vitamin. Sementara, dokter Mahar Mardjono yang disebut-sebut sebagai ketua tim, sama sekali tidak pernah hadir ke Wisma Yaso. Itu semua terungkap dalam dokumen yang lebih 27 tahun tersimpan oleh Siti Khadijah, yang tak lain adalah istri dokter Soeroyo. Benar adanya, bahwa sejarah pada akhirnya akan mengalir menemukan jalan kebenarannya sendiri. Benar pula, bahwa ada kecenderungan yang seolah tersusun rapi, tentang “pembunuhan” terhadap Sukarno.

Tidak banyak cerita, tanggal 21 Juni 1970, pukul 07.00 WIB, Bung Karno menghembuskan nafas terakhirnya. Adalah dr Mahar Mardjono, satu-satunya orang yang menyaksikan “kepergian” Putra Sang Fajar. Keterangan yang ia kemukakan, “Pada hari Minggu, 21 Juni 1970, pukul 04.00 pagi, Bung Karno dalam keadaan koma. Saya dan dokter Sukaman terus berada di sampingnya. Menjelang pukul 07.00 pagi, dr Sukaman sebentar meninggalkan ruangan rawat. Saya sendiri berada di ruang rawat bersama Bung Karno. Bung Karno berbaring setengah duduk, tiba-tiba beliau membuka mata sedikit, memegang tangan saya, dan sesaat kemudian Bung Karno menghembuskan nafas yang terakhir.”

Tak lama berselang, keluarlah komunike medis:
1. Pada hari Sabtu tangal 20 Juni 1970 jam 20.30 keadaan kesehatan Ir. Sukarno semakin memburuk dan kesadaran berangsur-angsur menurun.
2. Tanggal 21 Juni 1970 jam 03.50 pagi, Ir Sukarno dalam keadaan tidak sadar dan kemudian pada jam 07.00 Ir Sukarno meninggal dunia.
3. Team dokter secara terus-menerus berusaha mengatasi keadaan kritis Ir Sukarno hingga saat meninggalnya.

Komunike itu ditandatangai Ketua Prof Dr Mahar Mardjono, dan Wakil Ketua Meyjan Dr (TNI-AD) Rubiono Kertopati.

Sementara itu, Syamsu Hadi suami dari Ratna Juami, anak angkat Bung Karno dan Inggit Ganarsih yang melihat jenazah Bung Karno melukiskan dengan baik, “Wajah almarhum begitu tenang. Seperti orang tidur saja nampaknya. Mata tertutup baik. Alis tebal tidak berubah, sama seperti dulu.” (roso daras)



Pemakaman Bung Karno


Rakyat Indonesia dari penjuru Tanah Air, berjubel, tidak saja di sekitar Wisma Yaso tempat jenazah Bung Karno disemayamkan, tetapi juga di Blitar, Jawa Timur, tempat jazad Bung Karno dikebumikan. Seperti pengalaman pribadi mantan ajudan Bung Karno, Bambang Widjanarko. Ia merasa bagai tersambar petis demi mendengar kematian tokoh bangsa yang delapan tahun ia layani. Bambang yang ketika Bung Karno wafat sudah menjabat sebagai Asisten Kepala Personil Urusan Militer Mabes TNI-AL itu, bergegas menuju Wisma Yaso.

Wisma Yaso yang sejak siang sudah dijejali kerumunan rakyat yang hendak melayat, tidak juga surut hingga malam hari. Bambang pun masuk dalam antrian pelayat, yang berjalan menuju ruang tengah Wisma Yaso setapak demi setapak. Suasana ketika itu dilukiskan sebagai sangat mengharukan. Tidak terdengar percakapan, kecuali isak tangis, dan bisik-bisik pelayat. Di sudut ruang, masih tampak kerabat dan pelayat yang tak kuasa menahan jeritan hati yang mendesak di rongga dada, hingga tampak tersedu-sedu.

Tiba di dekat peti jenazah, Bambang melantunkan doa, “Ya Tuhan, Engkau telah berkenan memanggil kembali putraMu, Bung Karno. Terimalah kiranya arwah beliau di sisiMu. Sudilah Engkau mengampuni segala dosa-dosanya dan berkenanlah Engkau menerima segala tekad dan perbuatannya yang baik. Engkau Mahatahu ya Tuhan, dan Engkaulah Mahakuasa, aku mohon kabulkanlah doaku ini. Amin”

Segera setelah usai berdoa, Bambang menuju kamar lain, tempat keluarga BK berkumpul. Di sana tampak Hartini, Dewi, Guntur, Mega, Rachma, Sukma, Guruh, Bayu, dan Taufan. Mereka pun saling berangkulan. Sejurus kemudian, Sekmil Presiden, Tjokropranolo mendekati Bambang dan berkata, “Mas Bambang, kami mohon sedapatnya bantulah kami dalam menjaga dan melayani keluarga BK yang saat ini amat sedih dan emosional.” Bambang segera menukas, “Baik, tapi toong sampaikan hal ini kepada KSAL.”

Begitulah. Bambang sejak itu tak pernah jauh dari keluarga Bung Karno. Baginya, inilah bhakti terakhir yang dapat ia persembahkan bagi Bung Karno. Bambang juga berada di mobil bersama keluarga Bung Karno dalam perjalanan dari Wisma Yaso ke Halim, dari Halim terbang ke Malang, dan dari Malang jalan darat dua jam ke Blitar. Di situ, ia melihat rakyat berjejal di pinggir jalan, menangis menjerit-jerit, atau diam terpaku dengan air mata bercucuran.

Bambang yang duduk dekat Rachma tak kuasa menahan haru demi melihat begitu besar kecintaan rakyat kepada Bung Karno. Ia pun berkata pelan kepada Rachma, “Lihatlah, Rachma, rakyat masih mencintai Bung Karno. Mereka juga merasa kehilangan. Jasa bapak bagi nusa dan bangsa ini tidak akan terlupakan selamanya.” Rachma mengangguk.

Pemandangan yang sama tampak di Blitar hingga ke areal pemakaman. Ratusan ribu rakyat sudah menunggu. Bahkan militer harus ekstra ketat menjaga lautan manusia yang ingin merangsek mendekat, melihat, menyentuh peti jenazah Bung Karno.

Sementara itu, upacara pemakaman dengan cepat dilaksanakan. Panglima TNI Jenderal M. Panggabean menjadi inspektur upacara mewakili Pemerintah Republik Indonesia. Prosesi pemakaman berlanjut. Peti jenazah pelan-pelan diturunkan ke liang kubur. Tak lama kemudian, liang kubur mulai ditutup timbunan tanah… saat itulah meledak tangis putra-putri Bung Karno, yang kemudian sisusul ledakan tangis pelayat yang lain di sekitar makam. Bambang Widjanarko merasa hancur hatinya demi melihat penderitaan anak-anak Bung Karno ditinggal pergi bapaknya untuk selama-lamanya. Tanpa terasa, air mata Bambang mengalir lagi di pipi.

Akhirnya, selesailah upacara pemakaman Bung Karno yang berlangsung sederhana tetapi khidmat. Acara pun ditutup tanpa menunggu selesainya peletakkan karangan bunga. Meski rombongan resmi sudah meninggalkan makam, tetapi ribuan manusia tak beranjak. Bahkan aliran peziarah dari berbagai penjuru negeri, terus mengalir hingga malam. Mereka maju berkelompok-kelompok, meletakkan karangan bunga atau menaburkan bunga lepas di tangannya, kemudian berjongkok, atau duduk memanjatkan doa, menangis di dekat pusara Bung Karno.



Malam makin gelap, tetapi sama sekali tak menyurutkan lautan manusia mengalir menuju makam Bung Karno. Makin malam, makin gelap, tampak makin khusuk mereka bedoa. Ratusan orang meletakkan karangan bunga, ratusan orang menabur bunga lepas, tetapi puluhan ribu pelayat pergi membawa segenggam bunga. Alhasil, karangan bunga dan taburan bunga yang menggunung si sore hari, telah habis diambil peziarah lain selagi matahari belum lagi merekah di ufuk timur. Habis bunga, peziarah berikutnya menjumput segenggam tanah di pusara Bung Karno, dan dimasukkan saku celana. Tak ayal, tanah menggunduk di atas jazad Bung Karno pun menjadi rata. Inilah dalam ritual Jawa yang disebut “ngalap berkah”.

Seorang pelayat, dan ia adalah rakyat biasa, berkata, “Bung Karno adalah seorang pemimpin besar, Pak. Kami rakyat, sangat mencintainya. Sebagai kenangan saya bawa pulang sedikit bunga ini.”

Begitulah, karangan bunga, taburan bunga, bahkan gundukan tanah pun dijumput para peziarah. Yang tampak keesokan harinya, 23 Juni 1970 adalah pusara berhias tanah merah. Merah menyalakan semangat tiada padam. Biarpun jazad terkubur dalam tanah, semangat tak akan lekang dimakan waktu. Biar jazad hancur menyatu dengan tanah, tapi kobaran semangat perjuangan tetap menyala. Sukarno hanya mati jazad, namun ruh dan jiwanya tetap menyatu dengan rakyat. Hidup dan terus mewarnai semangat juang rakyat.

Manusia Sukarno telah tiada. Putra Sang Fajar yang lahir tatkala surya mulai bersinar, telah kembali dalam pelukan bumi Nusantara yang sangat ia cintai. Ia masuk pelukan bumi ketika matahari condong ke barat, menuju peraduan malam. Begitulah matahari bersinar dan tenggelam setiap hari. Begitulah manusia lahir dan mati. Namun bagi bangsa Indonesia, nama Bung Karno akan tetap dikenang, diingat karena perjuangannya, pengabdiannya, dan pengorbanannya yang dengan sepenuh hati telah ia baktikan.

Terima kasih, ya Tuhan, Engkau telah memberi kami seorang manusia Sukarno yang telah lahir dalam permulaan abad ke-20, dan membebaskan bangsa ini dari penjajah... (roso daras)



Toh,pada akhirnya orang yang dulu mendzalimi bung karno, Presiden Soeharto diakhir hayatnya juga mendapatkan azab yang sama sebelum dia mati..Seperti pesan terakhir Bung Karno : Siapa menabur angin, Dia akan menuai badai

Baca Selengkapnya : http://www.whooila.com/2011/04/pesan-bung-karno-biar-waktu-yang-akan.html#ixzz1Jxu5ublD
Whooila! - Gudang Fakta Unik dan Aneh
Read more »
Yin And Yang